5 Solar Energy Startup di Indonesia: Solusi Energi Terbarukan

Solar Enegry Startup

5 Solar Energy Startup di Indonesia yang Menyediakan Alternatif Energi Terbarukan

 

Keamanan energi dunia sedang terancam. Sejak dahulu, kita telah bergantung pada bahan bakar fosil. Namun sayangnya, menurut Octopus Energy, bahan bakar fosil akan habis pada tahun 2060, jika terus dikonsumsi pada tingkat ini. Bahan bakar fosil juga menjadi faktor pendorong degradasi lahan, polusi air, dan menyumbang 65% dari total emisi GHG. Masalah ini menunjukkan urgensi sumber energi baru terbarukan untuk menjamin ketahanan energi.

Baru-baru ini, terjadi pergeseran penggunaan energi listrik ke sumber energi terbarukan dari tenaga surya. Indonesia telah berupaya untuk beralih ke energi surya. Pemerintah Indonesia berencana untuk meningkatkan proporsi penggunaan energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, dan 31% pada tahun 2050. Menurut ANU Research, Indonesia dapat sepenuhnya bergantung pada energi surya pada tahun 2050 jika memiliki 10 miliar panel surya. Karena Indonesia terletak di daerah tropis, Indonesia dapat menggunakan energi surya sepanjang tahun.

Menyusul meningkatnya permintaan energi surya, berbagai solar energy startup telah didirikan di Indonesia. Model bisnis mereka umumnya berfokus pada baterai pintar dan panel surya. Berikut adalah 5 solar energy startup di Indonesia ini yang menyediakan alternatif energi terbarukan.

 

Contoh Solar Energy Startup

 

1. Xurya

Xurya merupakan solar energy startup yang telah berdiri sejak tahun 2018. Xurya berfokus pada penyediaan energi alternatif terbarukan, khususnya penyewaan panel surya. Xurya adalah pelopor metode tanpa investasi pada energi surya di Indonesia. Xurya memiliki beragam pilihan pembiayaan mulai dari pembelian penuh, pinjaman, dan investasi yang fleksibel. Xurya mendapatkan keuntungan dari penjualan dan biaya berlangganan produk energi surya.

Saat ini, Xurya telah melayani lebih dari 25 ribu rumah, menghasilkan energi hijau sebesar 36,9 juta kWh, dan membantu menghindari terciptanya 34 juta emisi karbon dioksida. Xurya juga telah bermitra dengan berbagai perusahaan termasuk Plaza Indonesia, Tokopedia, dan Traveloka. Pada tahun 2021, Startup Xurya memperoleh pendanaan sebesar USD 21,5 juta dari venture capital, East Ventures dan lainnya.

2. SolarKita

SolarKita adalah solar energy startup yang didirikan tahun 2015. SolarKita berfokus pada jasa pemasangan panel surya dan menargetkan sektor perumahan. SolarKita menyediakan layanan end-to-end yang meliputi konsultasi, survey, instalasi, pemantauan, dan perawatan panel surya. SolarKita juga memiliki berbagai pilihan pembiayaan baik yang bersifat pinjaman maupun pembelian.

Saat ini, SolarKita telah menghasilkan 668.5k kWh listrik dari energi surya, bekerjasama dengan institusi keuangan seperti Koinworks dan Permata Syariah, dan telah mendapatkan sebanyak 60 klien.

3. Sylendra Power

Sylendra Power didirikan di Yogyakarta pada tahun 2019. Sylendra berfokus pada ritel produk panel surya. Beberapa produk unik yang ditawarkan Sylendra Power diantaranya adalah penyimpanan baterai energi surya yang dikembangkan sendiri (energy harvester) dan panel surya penerang jalan.

Saat ini, Sylendra Power sedang dalam tahap seed funding. Sylendra menerima pendanaan awal sebesar 4 juta USD dari program New Energy Nexus incubator-accelerator program. Mereka juga telah bermitra dengan berbagai institusi termasuk Sun Energy dan SolarHub.

4. Khaira Energy

Didirikan pada tahun 2015, Khaira Energy adalah solar energy startup yang berfokus pada pengembangan dan penjualan smart battery storage systems untuk energi surya dan menghubungkannya ke sistem pemantauan melalui platform digital. Dengan kata lain, Khaira menggabungkan teknologi baterai pintar, panel surya, dan digitalisasi listrik.

Sejauh ini, Khaira Energy telah mendapatkan berbagai prestasi atas inovasinya di bidang clean energy seperti  Kemenperin Making Indonesia 4.0 Startup Competition Winner pada tahun 2018 dan Ristekdikti Innovation Roadmap Winner tahun 2019.

5. Ineco Solar

Ineco Solar adalah solar energy startup yang didirikan pada tahun 2018. Model bisnis surya Ineco berfokus pada penjualan panel surya untuk keperluan perumahan dan komersial. Di luar itu, Ineco solar juga menyediakan sistem penyimpanan baterai pintar.

Saat ini, Ineco memiliki lebih dari 20 proyek di Bali, Jawa Timur, dan NTB. Ineco telah menghasilkan energi surya sebesar 140kWp dan telah bermitra dengan SELIS untuk membuat stasiun pengisian tenaga surya untuk sepeda elektronik. 

 

Apakah Kamu Tertarik Membangun Solar Energy Startup?

 

Kami akan membantumu menyelesaikan tantangan dalam mebangun startup. Gear Up adalah startup brainstorming partner di Indonesia yang menawarkan bantuan secara 1-on-1 kepada startup yang terpilih. Kami akan membantumu memilih model bisnis yang benar, mendapatkan pendanaan dari venture capital, dan meningkatkan pertumbuhan startup mu. Bergabung bersama Gear Up untuk memulai perjalanan membangun startup mu!

 

× Contact Us