Definisi dan Tujuan Utama Lean Startup

Lean Startup

Definisi dan Tujuan Utama Lean Startup

 

Membangun sebuah startup tentunya bukan hal yang mudah. Pasalnya, startup dituntut untuk menawarkan produk/jasa yang unik namun juga dituntut untuk selalu adaptif dalam mengikuti permintaan pasar. Dahulu, proses mengembangkan startup dimulai dengan membuat rencana bisnis, melakukan pitch deck pada investor, merekrut pekerja dan membentuk tim yang solid, kemudian mulai menjual produk. 

Meskipun terlihat runut dan rapi, faktanya, menurut Investopedia tingkat kegagalan startup di tahun 2019 mencapai angka 90%. Sayangnya, metode tradisional ini cenderung kaku sehingga startup seringkali tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi pasar. Oleh karena itu, startup dituntut untuk selalu agile dan fleksibel. Sebuah startup harus dapat mengevaluasi rencana yang telah dibuat dan membenahi proses yang tidak efektif. 

 

Apa Itu Lean Startup?

 

Di era modern ini, mulai banyak startup yang meninggalkan metode tradisional dan mulai mengadopsi metode lean startup. Contoh perusahaan yang sudah mengadopsi metode ini adalah Dropbox dan Toyota.  Metodologi lean startup pertama kali diperkenalkan oleh Eric Ries pada bukunya “The Lean Startup” pada tahun 2011. Menurut Harvard Business Review, lean startup adalah upaya membangun sebuah bisnis dengan cara yang eksperimental, berfokus pada masukan pelanggan, serta bersifat adaptif dan dapat tidak terpaku pada perencanaan awal. 

 

Karakteristik Lean Startup

 

1. Rencana Bisnis yang Experimental

Karakteristik pertama dari lean startup yaitu rencana bisnis yang eksperimental. Dalam metodologi lean startup, sebuah startup tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membuat dan berpaku pada rencana bisnis yang “sempurna”. Dalam metode ini, startup hanya mengandalkan hipotesis dan membuat business model canvas sederhana. Dalam tahap ini, startup akan menerapkan metode MVP (Minimum Viable Product) yaitu produk yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan informasi dari pelanggan secara maksimum namun dengan biaya yang minimum. 

2. Sepenuhnya Berorientasi pada Masukan Pelanggan

Setelah mengembangkan produk, startup yang menggunakan metode lean startup akan menguji prototype produk yang telah dibuat dan melakukan evaluasi seiring berjalannya waktu. Startup akan terus meminta pendapat dari pelanggannya dan melihat apakah pelanggan merasa puas dengan produk yang ditawarkan. Startup akan mengulangi proses ini hingga produk yang ditawarkan mendapat respon yang positif dari pelanggan.

3. Responsif dan Adaptif

Metode lean startup bersifat responsif dan adaptif (agile). Dalam metode lean startup, startup dapat bergerak dengan cepat dan tidak terpaku pada satu proses saja. Startup akan membuat produk dengan singkat, mengumpulkan masukan dari pelanggan, melakukan analisis, lalu mengulang proses tersebut secara terus menerus. 

 

Tujuan Utama Lean Startup

 

1. Mengurangi Risiko Kegagalan

Salah satu tujuan utama lean startup adalah mengurangi risiko kegagalan. Pada metode tradisional, startup harus mengeluarkan banyak biaya untuk membuat produk yang “sempurna” sebelum melakukan pengujian pada konsumen. Namun metode MVP membantu startup untuk memahami kebutuhan konsumen dengan cepat namun dengan biaya yang minimum sehingga risiko kerugian dapat diminimalisir. 

2. Proses yang Cepat

Tujuan utama lean startup selanjutnya yaitu mempercepat proses pengembangan produk. Siklus pengembangan produk pada metode lean startup berlangsung secara cepat. Startup dapat dengan cepat memutuskan apakah ingin melanjutkan atau berhenti membuat sebuah produk apabila tidak menerima respon yang positif dari pelanggan. Oleh karena itu, startup dapat menemukan product-market fit secara cepat. 

3. Alokasi Pendanaan yang Efisien

Tujuan utama lean startup yang terakhir yaitu alokasi pendanaan yang efisien. Proses pengembangan produk memakan waktu yang lama dan biaya yang besar. Metode lean startup membantu startup untuk mengalokasikan dana yang dimiliki secara efisien. Dibanding menghabiskan biaya untuk mengembangkan fitur-fitur produk yang tidak penting, startup bisa fokus pada aspek-aspek produk yang disukai oleh pelanggan. 

 

Kesulitan Mengembangkan Startup? Bergabung Bersama Gear Up!

Gear up membantu startup-mu memilih model bisnis yang benar, mendapatkan pendanaan dari venture capital, dan meningkatkan pertumbuhan startup mu. ear Up adalah startup brainstorming partner di Indonesia yang menawarkan bantuan secara 1-on-1 kepada startup yang terpilih. Bergabung bersama Gear Up untuk memulai perjalanan membangun startup mu!

× Contact Us