Pendanaan Startup, 6 Tahapan dan Cara Mendapatkannya

6 Tahapan Pendanaan Startup dan Bagaimana cara Mendapatkan Investasi untuk Startupmu

 

Setiap startup membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya. Sayangnya, mendanai startup akan sulit jika dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, banyak startup yang baru berdiri mencari pendanaan eksternal dari venture capital atau angel investors. Berikut adalah 6 tahapan pendanaan startup

 

Tahapan Pendanaan Startup

 

1. Pre-Seed Funding

Pre-seed merupakan tahapan awal dalam pendanaan startup. Tahap ini juga dikenal sebagai bootstrapping. Bootstrapping adalah masa ketika startup bergantung pada pendanaan pribadi tanpa investasi dari pihak luar. Pendanaan ini datang dari modal pendiri, maupun keluarga dan kerabat dekat pendiri. Pada tahap ini, pendiri startup masih melakukan eksperimen dan uji coba ide mereka. Umumnya, pendanaan pada tahap ini sekitar $10,000 sampai $250,000. 

2. Seed Funding

Setelah melakukan eksperimen, startup akan mulai terjun ke pasar. Seed funding adalah pendanaan awal yang diberikan kepada startup untuk meluncurkan produk atau jasa mereka ke pasaran. Startup menggunakan seed funding untuk membiayai hal-hal fundamental seperti mencari staff penting, menyewa kantor, membeli peralatan, dan sebagainya. Seed funding bisa datang dari modal pendiri dan kerabatnya, angel investors, crowdfunding maupun micro venture capital. Total seed funding biasanya sekitar $50,000 sampai $3 Juta. 

3. Series A

Setelah mengembangkan produk dan jasanya selama bertahun-tahun, startup bisa mengalami pertumbuhan atau malah gagal. Ketika startup mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahap seed funding, biasanya mereka mengejar pendanaan series A. Startup menggunakan pendanaan ini untuk mengembangkan bisnis mereka dan memperkuat target pasar mereka. Pendanaan Series A bisa datang dari angel investors, accelerator maupun venture capitals. Di tahap ini, startup bisa mendapatkan pendanaan sekitar $10 Juta. 

4. Series B

Pada tahap pendanaan series B, startup biasanya sedang di tahap ekspansi. Pada tahap ini, pendanaan ingin melakukan ekspansi pada target pasar mereka, melakukan diversifikasi produk dan jasa, menambah pekerja, dan mengalahkan kompetitor mereka. Di tahap ini, startup bisa mendapatkan pendanaan sekitar 26 juta Dollar.  

5. Series C

Pendanaan Series C dimulai ketika startup yang sebelumnya mendapat pendanaan series B mengalami kesuksesan dalam ekspansinya. Pada tahap ini, startup ingin meningkatkan performa bisnisnya. Beberapa langkah yang diambil misalnya melakukan akuisisi terhadap perusahaan lain, melebarkan sayap ke negara lain, atau membuat lebih banyak inovasi pada produk dan jasanya. Pada tahap ini, startup bisa mendapatkan pendanaan sekitar 50 juta Dollar. 

6. IPO

IPO (Initial Public Offering) merupakan puncak dari pendanaan startup. Tahap IPO biasanya bermula ketika startup sudah mendapatkan status unicorn (memiliki valuasi sebesar 1 juta Dollar). Pada tahap ini, startup memutuskan untuk menjual sebagian porsi sahamnya kepada publik. Namun demikian, tidak semua startup bisa sampai ke tahap ini. Terdapat banyak syarat yang harus dipenuhi sebelum startup bisa sampai ke tahap IPO. Salah satu contoh startup di Indonesia yang berada di tahap IPO adalah Bukalapak

 

Tips Mendapatkan Investor untuk Startupmu

 

1. Riset Mengenai Investor yang Tepat

Sebelum melakukan pitching ke investor, kamu harus memeriksa portfolio mereka dan melakukan riset mengenai apakah model bisnismu sesuai dengan yang mereka cari. Investormu harus sesuai dengan kondisi startup yang kamu miliki. Jika startupmu masih di tahap awal, kamu bisa mencari investasi dari keluarga maupun kerabat terdekat, atau juga bisa mencari angel investors dan micro venture capitals. 

2. Membuat  Pitch deck yang menarik

Kamu harus memastikan pitch deckmu memiliki story telling mengenai masalah dan solusi unik yang kamu tawarkan. Kamu harus memperkenalkan startupmu secara komprehensif mulai dari target pasar, kompetitor, kondisi tim, projeksi pendanaan, strategi pemasaran, hingga matriks kesuksesan. Untuk membuat pitch deck yang menarik, kamu bisa cek artikel kami tentang cara membuat pitch deck.

3. Berkolaborasi dengan Startup Incubator/Accelerator

Startup Incubator/Accelerator memiliki banyak mitra dan dapat membantumu terkoneksi dengan berbagai investor. Dengan menggunakan jasa startup Incubator/Accelerator , kamu mendapatkan kesempatan untuk menerima pendanaan dari angel investors maupun venture capital. 

 

Gear Up: Lebih dari Sekedar Startup Incubator

 

Gear Up adalah startup brainstorming partner di Indonesia yang menyediakan bantuan secara 1-on-1 kepada startup yang terpilih. Apa saja perbedaan Gear Up dengan startup incubator?

  1. Startup incubator menyediakan materi umum untuk semua klien. Gear up menyediakan materi yang disesuaikan secara khusus untuk kebutuhan setiap klien. 
  2. Startup incubator menggunakan satu kelas yang sama untuk seluruh klien. Gear up menyediakan sesi mentoring secara 1-on-1 untuk setiap klien. 
  3. Startup incubator membuat target yang disamaratakan untuk setiap klien. Gear up membuat target (KPIs) yang jelas dan terukur untuk setiap klien. 

Apakah kamu tertarik untuk membangun startup? Bergabung bersama Gear Up untuk memulai perjalanan membangun startup mu!

 

× Contact Us